Jumat, 11 Desember 2009

Udang merah, peluang usaha yang mudah menangguk rupiah

Budidaya ikan hias merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Kabupaten Bandung. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain koki, manvish, koi, koridoras, lobster air tawar, plati, cupang, kissing guramy dan gupy. 

Adapun lobster air tawar yang cukup mudah dibudidayakan serta pemasarannya cukup lancar adalah udang merah (Procambarus, sp). Peluang usaha ikan hias cukup prospektif dan dapat dilakukan dengan lahan dan modal terbatas. Lahan terbatas, yaitu dapat memanfaatkan pekarangan dan di dalam rumah. Modal terbatas, yaitu dapat dimulai dengan usaha skala kecil.

Teknis Budidaya
Lahan atau wadah budidaya udang merah dapat berupa akuarium, bak tembok, kolam tanah, kolam plastik atau wadah lain yang dapat menampung air. Pemanfaatan lahan pekarangan atau rumah dapat menjadi alternatif untuk budidaya udang merah ini. Luas lahan yang diperlukan minimal 10 m2, terdiri dari lahan terbuka dan tertutup.

Lahan terbuka yang dimaksud berupa pekarangan rumah yang mendapat sinar matahari, sedangkan lahan tertutup berupa teras rumah atau ruangan di dalam rumah yang mendapat sinar matahari terbatas atau tidak mendapat sinar matahari setiap hari.

Adapun sumber air yang digunakan dapat berupa saluran irigasi atau sumur
untuk keperluan rumah tangga. Hal ini dimungkinkan karena untuk usaha ikan hias,
termasuk udang merah tidak memerlukan air yang melimpah. Tetapi, air terbatas yang
berkualitas baik dan dapat disirkulasi untuk penghematan air tersebut.

Ciri induk jantan yang siap dikawinkan adalah panjang standar 10 cm, badannya berwarna merah menyala, alat kelamin berupa jumbai putih 2 pasang, berumur sekitar 6 bulan dan capit lengkap. Adapun ciri induk betina panjang standar 8 cm, badannya berwarna merah kecoklatan, alat kelamin berupa titik putih di tengah badan, berumur 6 bulan serta capit lengkap atau tanpa capit.

Untuk usaha skala kecil minimal memiliki 5 paket induk. Satu paket terdiri dari 5 ekor betina dan 3 ekor jantan, sehingga total indul 40 ekor. Induk sebanyak ini dapat ditampung dalam bak seluas 1-2 m2. Harga satu paket induk sekitar Rp 75.000,- sampai Rp 100.000,- tergantung cara transaksi, yaitu diambil ke lokasi penjual induk.


Sumber : sinartani.com


Gudang Buku


Masukkan Code ini K1-64CFDE-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Tumpukan Arsip Kami