Senin, 23 November 2009

Peluang usaha ternak puyuh,menarik,tak dilirik (sumber : SINAR TANI)

Peternakan merupakan
sub sektor pertanian
yang dikelola secara
sambilan di dalam
rumah tangga
pertanian. Jarang dari
keluarga petani yang
mengandalkan hidup
dari sektor peternakan
ini, disebabkan ketidak
mengertian para pelaku
utama. Dalam hal ini
petani, mengelola
peternakan hanya
sebatas tabungan
keluarga yang diambil
sewaktu-waktu sesuai
kebutuhan. Padahal
ternak merupakan
produk pertanian yang
dibutuhkan sebagai gizi
keluarga karena
mengandung protein
hewani dan asam amino
esensial yang sangat
dibutuhkan manusia.
Anggapan bahwa usaha
ternak membutuhkan
modal banyak, tidaklah
selalu benar. Contoh
kecil adalah dengan
beternak beberapa
ekor kambing atau
domba, atau beberapa
ekor ayam beserta
indukannya, dan juga
lahan yang
dipergunakan tidaklah
luas. Satu lagi
ketersediaan pakan
untuk ternak sangat
banyak dan berlimpah.
Kurang berkembangnya
sektor peternakan di
Indonesia khususnya di
pedesaan disebabkan
oleh banyak hal di
antaranya kurangya
perhatian terhadap
sektor ini karena
merupakan suatu
usaha subsistem
pertanian.
PUYUH (COTURIMIX
JAVANIC)
Puyuh adalah sejenis
unggas yang telah lama
dibudidayakan orang
untuk kepentingan
konsumsi baik telur
maupun daging.
Mempunyai bentuk
badan kecil hampir
sebesar burung
tekukur, cenderung
beraktivitas di tanah.
Produktivitas bertelur
cukup tinggi (200-270
butir/tahun) dengan
masa produksi 18 bulan
maksimal 22 bulan.
Jantan berwarna hitam
muda berbintik dan
betina coklat berbintik.
Cukup banyak strain
atau jenis puyuh yang
dibudidayakan di
Indonesia.
Budidaya puyuh tidak
terlalu sulit,
pemeliharaannya tidak
jauh berbeda dengan
peternakan ayam
petelur. Baik dari segi
pemeliharaannya
maupun dari teknik
penanganannya. Begitu
juga dengan penyakit
yang menyerang ayam
bisa juga menyerang
puyuh.
Belum adanya perhatian
dari pihak pemerintah
dan swasta dalam
penyediaan bibit
membuat peternak
kreatif dengan
mengawin silangkan
puyuh-puyuh
peliharaannya,
akibatnya adalah
kualitas puyuh menjadi
menurun karena
adanya persilangan
sedarah. Pembibit atau
breeder di Indonesia
yang mengkhususkan
dalam penyediaan
anakan puyuh (DOQ)
belum sebanyak
pembibit ayam broiler
maupun petelur. Dari
pihak pemerintah
sendiri maupun
perguruan tinggi hanya
sebatas penelitian saja,
padahal ternak
tersebut nyata-nyata
dapat membantu dan
meningkatkan
kesejahteraan petani di
pedesaan.
PEMASARAN
Hasil utama dari
peternakan puyuh
adalah telur dengan
berat rata-rata per
butir mencapai 11
gram, artinya dalam
setiap kilogram telur
puyuh terdapat 87-90
butir telur. Akan tetapi
di dalam pemasarannya
telur puyuh dijual dalam
bentuk butir yang
mencapai harga rata-
rata di pasar Rp 175/
butir. Dari harga
tersebut tercapai titik
impas pada posisi Rp
165/butir, jadi
keuntungan yang
didapat dari satu butir
telur adalah sebesar Rp
15. Kecil memang. Tapi
kalau dikali jumlah
populasi yang ada akan
terlihat hasil yang
menggiurkan.
Pemasaran telur puyuh
tidaklah terlalu sulit,
pangsa pasar di wilayah
Kabupaten Bogor
maupun kota, sangat
mendukung. Selama ini
pasokan telur puyuh
berasal dari Kabupaten
Sukabumi ataupun
berasal dari Jawa
Tengah khususnya
daerah Yogya, dan
sekitarnya. Kebutuhan
telur puyuh untuk Bogor
berkisar antara
300-340 ribu/minggu.

0 komentar:

Gudang Buku


Masukkan Code ini K1-64CFDE-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Tumpukan Arsip Kami